Digital Divide di Korea Selatan
***DIGITAL DIVIDE***
Sebelumnya apa sih Digital Divide min?
Digital Divide adalah kesenjangan antara orang-orang dengan akses efektif ke digital dan teknologi informasi yang membentuk media baru dan mereka yang tidak memiliki akses tersebut.
Kesenjangan digital di korea selatan mengacu pada ketidaksetaraan antara individu, rumah tangga, dan kelompok lain dari tingkat demografis dan sosial ekonomi yang berbeda di korea selatan dalam akses ke teknologi informasi dan komunikasi.
| Gambar digital divide |
Kesenjangan di korea selatan terutama disebabkan oleh ketidakrataan peluang ekonomi, regional, fisik, atau sosial yang menyebabkan orang orang yang terpinggirkan tidak menerima manfaat yang dapat dibawa oleh teknologi.
Alasan paling mendasar dari digital devide di korea selatan pada artikel lain di wikipedia adalah distribusi perangkat keras di era informasi yang menciptakan kesenjangan antara mereka yang mengalami kesulitan membeli komputer dan yang tidak.
| Dampak digital divide |
Menurut survey yang dilakukan MIC pada 6300 orang di sana menyebutkan bahwa hanya 53,2% orang orang kurang mampu yang memiliki komputer pribadi.
| Dampak digital divide |
Nah untuk mengatasi kesenjangan tersebut, OLPC(One Laptop Per Child) sedang mengembangkan dan mendistribusikan komputer seharga $100 atau kisaran 1,5jt dan router untuk internet gratis, tetapo tidak tersedia luas untuk korea.
Republic of Korea atau Korea Selatan menempati urutan 10 pada pemeringkatan Digital Competitiveness dari IMD di 2019. Mereka dianggap telah memiliki future readiness yang baik dengan skor 89 dari 100 dan memasuki peringkat 4 dari 63 negara di dunia. Hal tersebut berarti bahwa Korea telah memiliki kemampuan beradaptasi terhadap terkonogi, bisnis yang agile dan teknologi informasi yang teintegrasi dengan baik.
Hal tersebut berarti bahwa Korea telah memiliki kemampuan beradaptasi terhadap terkonogi, bisnis yang agile dan teknologi informasi yang teintegrasi dengan baik. Hasil survey yang dilakukan The Economist ini, terkonfirmasi bahwa pelaku bisnis di Korea Selatan tidak merasakan kesulitan untuk menemukan profesional di bidang teknologi untuk menjalankan bisnisnya, termasuk advanced digital skill. Banyak pula perusahaan elektronik terkenal dunia lahir dari negara ini, sebut saja Samsung, LG, SK, dan KT yang telah menyumbang pertumbuhan ekonomi digital Korea. Pada 2019, Korea telah meluncurkan jaringan 5G komersial untuk publik dan telah memiliki hampir satu juta pengguna.
Menurut dr kim dalam itunews, terdapat tiga factor utama yang menjadi dasar pertumbuhan ekonomi digital korea, yaitu sistem pendidikan yang canggih, karakteristik budaya, dan visi pemerintah terkait ICT. Sistem pendidikan tradisional seperti pelajaran math dan science tetap diajarkan di sekolah sebagai syarat utama dari sebagian besar pekerjaan teknis dalam ekonomi digital, namun metode pengajaran tidak dilakukan secara tradisional. “Pali-pali” yang berarto cepat dan lebih cepat lagi adalah salah satu karakteristik budaya korea yang juga digunakan pemerintah dalam mempercepat perluasan koneksi internet di korea selatan. Budaya ini yang kemudian membuat akses internet bahkan bisa sampai di area pedesaan dan membuat korea menjadi kompetitor yang agile dalam ekonomi digital
Terima Kasih telah membaca postingan saya, sampai jumpa pada postingan saya selanjutnya ^_^
*********************************************************************************************
DAFTAR PUSTAKA
https://en.wikipedia.org/wiki/Digital_divide_in_South_Korea
*********************************************************************************************
Komentar
Posting Komentar